Rabu, 05 September 2018

Kondisi perkembangan Agroindustri di Indonesia


Kondisi Perkembangan Agroindustri di Indonesia
Sejak adanya reformasi tahun 1998 perkembangan agroindustri Indonesia kian hari kian semakin membaik, hal ini salah satunya karena sector ini tidak tergantung pada bahan – bahan impor. Ilmu Agroindustri merupakan suatu metode atau car untuk memberi nilai tambah pada bahan – bahan hasil pertanian. Terutama dari segi proses pasca panen. Melalui sector agroindustri atau sebagai orang menyebutnya sebagai agribisnis hasil pertanian yang selama ini masih elum sepenuhnya bias tergarap bias diolah menjadi produk turunan dan ditingkatkan nilai tambahnya. Sehingga masyarakat pribumi bias meningkatkan pedapatan mereka dan tidak lagi bergantung pada produk – produk hasil import.
Produk Agroindustri sebagai hasil dari pengolahan pasca panen produk pertanian enjadi factor penting dalam solusi kehidupan ekonomi suatu masyarakat pertanian.DI Indonesia dimana pertanian menjadi salah satu mata pencaharian sangat potensial untuk dikembangkan. Era pertanian traditional sudah bergeser ke trend modern yang banyak melibatkan teknologi dan alat. Jika kita belum bias mengolah hasil pertanian sendiri maka kita akan semakin tertinggaljauh dan semakin bergantung dengan masyarkat modern. Produk pertanian yang terkenal memiliki sifat bulky dan tidak bertahan lama mulai dikembangkan dengan perlakuan khusus dan memodifikasi agar daya tahan prouk pertanian semakin panjang.
Hasil tanaman perkebunan yang cukup dominan di Sulawesi Selatan pada tahun 2007 adalah tanaman kakao dan kelapa dalam yang masing-masing berproduksi sebesar 157.934 ton dan 76.348 ton. Sebagian besar hasil perkebunan tersebut dihasilkan oleh perkebunan rakyat dan dapat dikatakan peran perkebunan besar swasta relat.

peluang Pengembangan Agroindustri
Sektor agroindustri ini masih memiliki peluang untukberkembang secara meyakinkan, terutama bila dikelola secara arif dan bijaksana. Peluang tersebut adalah :
Jumlah penduduk Indonesia yang kini berjumlah lebih dari 220 juta jiwa merupakan aset nasional dan sekaligus berpotensi menjadi konsumen produk agroindustri. Namun bila potensi ini tidak dikelola dengan baik, maka justru akanmenjadi beban bagi kita semua. Tingkat pendapatan masyarakat yang semakin meningkat merupakan kekuatan yang secara efektif akan meningkatkan permintaan produkpangan olahan
 Berlangsungnya era perdangangan bebas berskala internasional, telah semakin membuka kesempatan untuk mengembangkan pemasaran produk agroindustri.
Penyelenggaran otonomi daerah memberikan harapan baru akan munculnya prakarsa dan swakarsa daerah untuk menyelenggarakan pembangunan sesuai dengan program dan aspirasi wilayah yang spesifik dan berdaya saing. Peningkatan kinerja pemerintah daerah, bila dibarengi dengan stabilitas politik merupakan faktor penting yang akan menarik minat para investor untuk mengembangkan agroindustri.
Dari sisi suplai sumberdaya, agroindustri masih memiliki bahan baku yang beragam, berlimpah dalam jumlah dan tersebar di seluruh penjuru tanah air. Sementara itu kapasitas produksi usaha agroindustri yang masih dapat ditingkatkan. Modernisasi dan teknologi pengolahan yang semakin banyak diaplikasikan, merupakan jaminan akan meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi agroindustri.
 Dalam proses produksinya, bahanbaku agroindustri tidak bergantung pada komponen impor. Sementara pada sisi hilir, produk agroindustri umumnya berorientasi ekspor.